Para Pekerja Work From Home (WFH) Kaget Jika Tarif Listrik Naik

Perusahaan Listrik Negara atau biasa sering disebut PLN, memberikan sebuah alasan kenapa tarif listrik naik di masyarakat yang disebabkan adanya aktfitas yang dilakukan dirumah karena adanya kebijakan Work From Home ( WFH ).
Akibat adanya pandemi virus corona sehingga masyarakat lebih mengutamakan untuk bekerja di rumah dan mengakibatkan peningkatan penggunaan listrik, dan membuat peningkatan pada tagihan rekening yang di beratkan kepada pelanggan rumah tangga.
“Kami sangat paham di tengah pandemi ini, bertambahnya kebutuhan listrik bagi masyarakat. Dan sangat wajar sekali dengan peningkatan penggunaan akibat banyaknya aktivitas dirumah. Biasanya waktu siang hari tidak ada sebuah aktivitas, dan ini menjadi terbalik karna saat ini kita harus bekerja dirumah, sehingga penggunaan listrik pun bertambah, dengan contoh seperti untuk pendingin ruangan dan laptop” Ucap Made Siprateka yang merupakan Executive Vive President Croporate Communication dan CSR PLN I ( 3/4/2020).
Selain itu, Golongan tarif rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA), Rumah tangga mampu (RTM) dan diatasnya PLN memastikan tarif dasar tidak mengalami kenaikan.
Seperti yang diketahui, oleh pemerintah dalam 3 bulan sekali dilakukan penetapan tarif. Untuk tarif yang di bulan April masih dinyatakan tetap, yaitu sama seperti priode 3 bulan sebelumnya.
“ Kami sudah pastikan bahwa saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih sama seperti priode 3 bulan sebelumnya. Bahkan bisa disebut sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan sama sekali ” Ujar I Made Suprateka.
Berikut ini besaran tarif yang berlaku saat ini :
• Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
• Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh
• Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
• Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh
PLN juga telah menjalankan keputusan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyrakat dalam menghadapi pandemi virus corona yakni pembebasan tagihan rekening listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 450VA, pelangan bisnis kecil dan industry kecil berdaya 450 VA. Dan untuk pelanggan rumah tangga 900VA bersubsidi diberikan potongan sebesar 50 persen.
Selain itu, bagi pelanggan pasca baya PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stan meter, guna sebagai upaya dalam mencegah penyebaran dari wabah virus COVID-19.

Sebagai ganti nya, PLN sudah menyediakan layanan untuk pelanggan guna melaporkan angka stan dan foto kWh meter via WhatsApp yang akan di lakukan pada bulan mei 2020 mendatang.
Layanan bagi pelanggan pascabayar untuk mengirimkan angka stan kWh meter dapat melalui via WhatsApp di nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp dilakukan oleh pelanggan sesuai dengan catatan meter masing – masing pelanggan.

Sehingga nantinya akan menjadi sebuah dasar dari perhitungan tagihan listrik pelanggan pada setiap bulannya. Jika ada pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, maka tagihan listrik akan dihitung menggunakan perhitungan rata – rata untuk pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.