Saat Pandemi, Inilah Startup Dengan Pendapatan Meningkat

Bidang usaha yang mendapat barokah di tengah pandemi juga tidak selalu yang berkaitan dengan keperluan primer, melainkan juga keperluan sekunder dan tersier.
Sebagian startup bisnis yang laris manis di tengah pandemi Covid-19 yakni a.l. Genkuro, Purie Garden, TaniHub, Quipper, Kidav Frozen Foods, Agate Internasional.
Penyedia gim online PT Agate International mencatat peningkatan performa yang di dapat sebesar 30 persen hingga 50 persen selama masa pandemi diperbandingkan dengan masa sebelum ada pandemi.
Shieny Aprilia, Chief Operating Officer (COO) Agate International, menyatakan besaran peningkatan performa hal yang demikian untuk pengguna baru atau pengguna aktif harian dan bulanan.
“Semenjak wabah virus corona ini, benar sekali kami mengalami peningkatan traffic dan retention yang cukup bagus di sisi mobile game dan console game,” ucapnya, Jumat (1/5/2020).
Sementara itu, platform salah satu perusahaan rintisan agrikultur TaniHub menjadi yang mendadak menikmati kenaikan penjualan di bidang keperluan pokok.
CEO TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan menyatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19 penjualan di TaniHub Grup secara konsolidasi meningkat sebesar 20 % seperti buah, sayur, sembako, dan hasil tani lainnya.
Apabila diperinci, pada jangka waktu Februari–Maret 2020 dan lebih dari 100% pada April terdapat peningkatan signifikan pada penjualan ke pembeli individu ataupun rumah tangga yaitu sekitar 145 persen.
“Lonjakan besar terjadi pada produk tanaman herbal dan produk berkhasiat guna untuk menigkatkan imun tubuh” Ujarnya, Kamis(30/4)
Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, aplikasi TaniHub mendapatkan pengguna baru yang tercatat lebih dari 85.000 pengguna dan masih terus bertambah.
Purie Garden, {kios|warung} pertanian dan hidroponik, meraup omzet penjualan starter kit hidroponik untuk pemula atay 9 lubang meningkat 300 persen {menempuh} kisaran Rp200 juta—Rp250 juta.
Quipper Indonesia yang merupakan Platform belajar online ini sepanjang maret hingga April 2020 penggunanya naik lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan bulan lalu, yaitu 45.000 kelas online yang diciptakan oleh 17.500 guru dari 7.500 sekolah dengan keseluruhan 3.300 siswa.

Berkah juga telah didapatkan oleh Kidav Frozen Foods. Tercatat penyedia makanan kini mendapatkan peningkatan yang signifikan karna adanya pandemi corona virus yakni omzet yang meningkat sebesar 100% dari Rp. 30 jt menjadi Rp.60 Jt.
Begitu juga kafe pesan antar daging beku untuk barbeque Genkuro juga memperoleh omzet harian sebanyak Rp. 6 jt sampai dengan Rp. 10 jt, sedikit lebih tinggi sebelum adanya pandemi corona virus.
Perubahan perilaku komsumsi yang dilakukan masyarakat guna menjaga stok kebutuhan bahan makanan dirumah, akan berkolerasi dengan keperluan makanan olahan (precook) atau seperti makanan siap saji dan frozen food. Ucap ketua Apindo Hariyadi B. Sukamdani.
Beliau memprediksikan bahwa tidak hanya makanan olahan saja yang diburu, tetapi minuman seduh juga pasti akan mengalami peningkatan pemintaan.
“ Paling terpenting bagi pengusaha UMKM perlunya memulai terjun ke Platform Marketplace ( Pasar Online ). Maka ini dapat meningkatkan sebuah penjualan dan dapat mempermudah dalam promosi,” Ucap nya, Jum’at (1/5/2020)
Laporan yang berjudul ‘Consumer Behavior New Normal After Covid-19, The 30 Predictions’ yang dikutip Bisnis menceritakan bahwa wabah pandemi corona virus membuat banyak orang tidak bisa keluar atau berdiam diri di rumah sehingga warung online menjadi salah satu sarana alternatif untuk berbelanja.
Pembelian konsumen bahkan mulai bergeser dari produk-produk yang sifatnya kemauan menjadi produk-produk yang sifatnya keperluan. Permintaan tertinggi biasanya ada di produk-produk sehari-hari, groceries, dan produk kesehatan seperti vitamin serta pencegahan penyakit.
Pergeseran pola konsumsi ini diperkirakan tidak sebatas pada masa pandemi saja, namun berpotensi menyusun normalitas baru