Uji Coba Obat dan Vaksin COVID-19 Di Dunia

Para ilmuwan di segala dunia tengah melakukan uji coba obat dan vaksin covid-19. Dikenal dikala ini belum terdapat tata cara pengobatan yang tentu untuk penderita COVID- 19. Dikala menempuh penyembuhan, penderita diberikan obat ataupun pengobatan cocok dengan keadaan ataupun indikasi yang dialaminya.

Semacam berlomba dengan waktu, sudah banyak riset yang dicoba buat mempelajari obat- obatan serta vaksin buat mencegah virus Corona. Tercatat ada sebagian kandidat vaksin serta obat yang sudah merambah sesi uji klinis. Tidak hanya obat serta vaksin, beberapa pengobatan pula dicoba bagaikan tata cara pengobatan Corona.

Berikut di antara lain dilansir dari Reuters uji coba obat vaksin covid19.

  1. Camostat Mesylate

Obat yang dipegang lisensinya oleh Jepang serta Korea Selatan ini awal mulanya digunakan buat menyembuhkan penderita sakit ginjal kronis. Sepanjang pandemi Corona, uji laboratorium dini dicoba buat memandang apakah obat ini sanggup membatasi COVID- 19 menginfeksi sel di dalam badan.

Pada dini April, periset dari Aarhus, Denmark melaksanakan uji sesi 2 obat camostat mesylate pada dekat 180 penderita COVID- 19. Universitas Tokyo pula sudah melaksanakan uji camostat mesylate serta obat terpaut semacam nafamostat mesylate. Hasilnya diharapkan ditemukan pada Desember 2020.

  1. IFX- 1

Awal mulanya, IFX- 1 dibesarkan buat membatasi mekanisme inflamasi serta memblokir peradangan pada penderita pneumonia. Para ilmuwan di Belanda mulai mempelajari khasiat obat oni pada penderita COVID- 19 dengan keadaan paru yang parah. Hasil dini uji coba diharapkan berakhir pada akhir Oktober 2020.

  1. Aspirin, clopidogrel, rivaroxaban, atorvastatin, serta omerazole

Sebagian obat yang digunakan buat penyakit jantung pula mulai diteliti ilmuwan Inggris bagaikan penyembuhan virus Corona. Obat jantung digunakan dalam riset ini sebab sebagian laporan memandang terdapatnya keterkaitan antara peradangan virus dengan penyakit jantung. Uji coba memakai obat- obatan tersebut sudah dicoba pada 3. 000 penderita di Inggris. Sasaran penyelesaiannya diharapkan berakhir pada Maret 2021.

  1. Vaksin BCG Tuberkulosis

Periset Australia serta Belanda bergerak kilat buat uji coba skala besar memandang apakah vaksin yang digunakan sepanjang sebagian dekade buat menghindari tuberkulosis ataupun TB ataupun BCG( Bacillus Calmette- Guerin) bisa digunakan bagaikan vaksin virus corona sehingga dapat melindungi petugas kedokteran.

Vaksin BCCG digunakan buat meliat apakah imunitas badan hendak bertambah tercantum pada petugas kesehatan, lanjut usia, orang yang mempunyai riwayat penyakit respirasi tercantum penderita positif COVID- 19.

  1. INO- 4800

Inovio Pharmaceuticals serta Coalition For Epidemic Preparedness Innovations tengah meningkatkan vaksin INO- 4800. Industri ini pula berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology Company.

Pada 3 Maret, INO- 4800 telah mulai sesi uji pra- klinis serta 3. 000 dosis disiapkan buat Amerika, Cina serta Korea Selatan. Uji coba manusia hendak dicoba April 2020, hasilnya dapat dikenal September 2020. Inovio menargetkan penciptaan 1 juta vaksin di akhir 2020

  1. Ad5- nCoV

Industri biofarmasi Cina CanSino Biologics mengawali uji klinis buat vaksin COVID- 19 Ad5- nCoV memakai RNA, ataupun data genetik dari coronavirus. Percobaan Fase 1 dicoba di Wuhan, Cina, dengan 108 subjek pada Maret kemudian buat menguji keamanan serta reaksi imun yang dihasilkan.

Pada 12 April, uji coba Fase 2 dicoba dengan mengaitkan 500 partisipan secara acak buat menguji dosis plasebo. Penyelesaian Fase 1 diucap baru hendak berakhir pada akhir Desember 2020 serta Fase 2 pada Januari 2021.

  1. ChAdOx1

Universitas Oxford di Inggris meningkatkan vaksin bernama ChAdOx1 yang telah dalam uji fase 1 serta 2. Uji klinik menargetkan 1. 112 orang dari umur 18- 55 yang dibagi dalam 4 kelompok yang diberi dosis berbeda- beda. Uji coba ini diperkirakan baru berakhir pada Mei 2021.

  1. Inactivated Novel Coronavirus Pneumonia vaccine

Beijing Institute of Biological Products serta Wuhan Institute of Biological Products meningkatkan vaksin Corona dari virus yang dilemahkan. Uji coba vaksin telah masuk sesi satu. Vaksin ini diuji di Wuzhi County Center for Disease Control and Prevention serta Wuzhi Peoples Hospital.

Jumlah ilustrasi yang mengaitkan ratusan orang yang dipecah dalam puluhan kelompok yang diberikan dosis berbeda- beda. Riset ini ditargetkan berakhir 10 November 2021.

  1. Eksperimen Antibodi/ Serologi

Sebagian negeri sudah menguji ilustrasi darah buat menampilkan apakah seorang terpapar virus, dengan ataupun tanpa indikasi. Pengecekan berbasis serologi buat mengukur kandungan antibodi yang tercipta dikala peradangan.

Melalui eksperimen ini, para tenaga kedokteran diharapkan sanggup mengindentifikasi antibodi semacam apa yang pas buat merespon vaksin yang hendak diberikan kepada si penderita. Pengujian ini sudah lebih dahulu dicoba kepada penderita COVID- 19 di Cina. Uji serologi buat virus Corona dikala ini diketahui dengan istilah rapid test.

  1. Pengobatan plasma darah

Plasma darah penderita COVID- 19 yang pulih dikala ini diteliti jadi pengobatan untuk penderita yang lagi sakit. Harapannya plasma darah penderita sembuh hendak menolong melawan virus.

Pengobatan plasma darah diuji coba beberapa negeri buat menyembuhkan penderita Corona spesialnya dalam keadaan kritis. Penyembuhan dengan pengobatan plasma darah dicoba dengan menyuntikkan plasma darah yang memiliki antibodi dari penderita sembuh Corona pada penderita COVID- 19 yang masih berjuang melawan penyakit ini.

Uji coba terkendali lagi berlangsung di Cina, Eropa, Amerika Serikat, India serta Indonesia buat mengumpulkan fakta khasiat yang lebih kokoh pada pengobatan plasma darah